HIDUP INI UNTUK APA?

Yohanes 17:1-11


Seseorang yang telah menyelesaikan tugas besar dalam hidupnya, misalnya mendidik anak hingga sukses, menyelesaikan proyek penting, atau mengabdi bertahun-tahun dalam pelayanan, tentu merasa lega dan bersukacita. Ia dapat berkata, “Aku telah melakukan bagian yang dipercayakan kepadaku.”

Di pengujung hidup-Nya di dunia, Yesus juga menyampaikan hal serupa kepada Bapa. Ketika Yesus berkata, “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya”, Ia menegaskan bahwa kedatangan-Nya bukan untuk mencari kehormatan diri, melainkan untuk menyelesaikan misi yang diberikan oleh Bapa, yaitu membawa keselamatan bagi manusia melalui pengajaran, pengorbanan, dan ketaatan penuh. Yesus tidak hanya menyelesaikan tugas secara teknis, tetapi melakukannya dengan sepenuh hati, dalam kasih dan ketaatan sampai akhir.

Saudara, untuk apakah kita hidup, dan kepada siapa hidup kita dipersembahkan? Dalam keseharian—di tempat kerja, keluarga, gereja, dan lingkungan—kita juga dipanggil untuk memuliakan Allah dengan menyelesaikan bagian kita dengan setia. Bukan soal menjadi hebat di mata orang lain, melainkan tentang menjalani hidup dengan integritas, kasih, dan ketaatan kepada firman Tuhan. Suatu hari kelak, kiranya kita pun dapat berkata seperti Yesus, “Aku telah mempermuliakan-Mu dengan menyelesaikan apa yang Kaupercayakan kepadaku.” (Wasiat)


REFLEKSI: Tujuan hidup kita bukan hanya untuk berhasil, melainkan untuk memuliakan Sang Pemberi Hidup.

Share this Post